Pengembangan Makanan Enteral Menggunakan Tepung Kacang Hijau dan Tepung Telur untuk Anak Gizi Kurang
DOI:
https://doi.org/10.38035/dhps.v3i4.3250Keywords:
Formula Enteral, Tepung Kacang Hijau, Tepung Telur, Pangan Lokal, OrganoleptikAbstract
Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta peningkatan risiko infeksi. Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan zat gizi pada anak dengan status gizi kurang adalah melalui pemberian formula enteral. Namun, penggunaan formula enteral komersial dalam jangka panjang memerlukan biaya yang relatif tinggi sehingga diperlukan alternatif formula enteral berbahan pangan lokal yang lebih terjangkau. Penelitian ini bertujuan membandingkan formula enteral berbahan tepung kacang hijau dan tepung telur dengan formula enteral komersial berdasarkan aspek harga, kandungan gizi, serta karakteristik fisik dan organoleptik. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pengujian meliputi viskositas, osmolalitas, daya alir, kadar air, warna, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula enteral berbahan pangan lokal memiliki kandungan gizi yang relatif sebanding dengan formula enteral komersial. Formula enteral yang dikembangkan juga menunjukkan karakteristik fisik yang masih sesuai untuk digunakan sebagai formula enteral serta memiliki tingkat penerimaan organoleptik yang cukup baik, meskipun nilai penerimaan panelis masih lebih rendah dibandingkan produk komersial. Dari aspek ekonomi, biaya pembuatan formula enteral berbahan pangan lokal lebih rendah dibandingkan formula enteral komersial. Dengan demikian, formula enteral berbahan tepung kacang hijau dan tepung telur berpotensi menjadi alternatif formula enteral yang lebih ekonomis dan mudah diakses masyarakat tanpa mengurangi nilai gizinya.
References
Argo, L. B., Tristiarti, T., & Mangisah, I. (2013). Kualitas Fisik Telur Ayam Arab Petelur Fase I dengan Berbagai Level Azolla microphylla. Animal Agriculture Journal, 2(1), 445-457.
Aziz, N., & Muzakkir, H. (2014). Faktor Risiko Gizi pada Anak Balita. Journal of Pediatric Nursing, 1(2), 63-69.
Badan Standarisasi Nasional. (2006). SNI 01-2970-2006 Susu Bubuk.
Dewi, S. S., Fadhila, R., Kuswari, M., Palupi, K. C., & Utami, D. A. (2021). Pembuatan Snackbar sebagai Makanan Tambahan Olahraga sebagai Sumber Tinggi Kalori. Jurnal Pangan dan Gizi, 11(2), 100-110.
Fadlilah, A., Rosyidi, D., & Susilo, A. (2022). Karakteristik Warna L* a* b* dan Tekstur Dendeng Daging Kelinci yang Difermentasi denngan Lactobacillus Plantarum. Wahana Peternakan, 6(1), 30-37. doi:10.37090/jwputb.v6i1.533
Fitria, M., Dewi, M., & Wulandari, D. (2024). Oral Nutrition Supplement (ONS) Berbasis Bahan Pangan Lokal untuk Pasien Malnutrisi Rumah Sakit. Jurnal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 34(1), 152-165.
Fitrtiani, S., Sutjiati, E., & Dwipajati. (2022). Modifikasi Organoleptik Formula Enteral dengan Putih Telur Ayam dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) bagi Pasien Diabetes Mellitus. Harena: Jurnal Gizi, 3(1), 20-28.
Kemenkes RS Kariadi. (2024). Laporan Penelitian Pengembangan Formula 'Soy-Hi' sebagai Formula Enteral Rumah Sakit Bubuk Berbahan Dasar Tepung Kedelai. Semarang: Instalasi Gizi RSUP Kariadi.
Kemenkes, RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
Kemenkes, RI. (2020). Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita.
Latifa, N., Nurhidajah, & Yusuf, M. (2019). Stabilitas Antosianin Dan Aktivitas Antioksidan Tepung Beras Hitam Berdasarkan Jenis Kemasan dan Lama Penyimpanan. Jurnal Pangan dan Gizi, 9(02), 83-95.
Muller C, B. (2004). Intervention: Enteral and Parenteral Nutrition Support.
Nur Faizah, H., Reski, S., & Widajati, E. (2025). Analisis Formulasi Enteral Bubuk Berbasis Tepung Tempe dan Tepung Wortel sebagai Inovasi untuk Pasien Stroke. Pontianak Nutrition Journal, 8(1), 594-601.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia. (2009). Tabel Komposisi Pangan Indonesia.
Pratiwi, L. E., & Noer, E. R. (2014). Analisis Mutu Mikrobiologi dan Uji Viskositas Formula Enteral Berbasis Labu Kuning (Curcubitas moschata) dan Telur Bebek. Journal of Nutrition College, 3(4), 951-957.
Sakung, J., Nuryanti, S., Afadil, A., Pulukadang, S. V., Maryam, M., & Mar'atun, M. (2021). Evaluation of Proximate and Mineral Composition of Biscuit Formulated Using Chayote (Sechium edule) and Mung Bean (Vigna radiata) Flours. Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(A), 373-377.
Sutanto, H. (2022). Kandungan Gizi Telur Ayam dan Daging Ayam. Jakarta: Kementerian Peternakan.
UNICEF. (2013). Indonesia Laporan Tahunan 2012.
Wulandari, Z., & Arief, I. (2022). Review: Tepung Telur Ayam: Nilai Gizi, Sifat Fungsional dan Manfaat. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 10(2), 62-68.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anindya Suryawati, Filsa Afitri Cholidha, Farida Nur Isnaeni, Muwakhidah Muwakhidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright :
Authors who publish their manuscripts in this journal agree to the following conditions:
- Copyright in each article belongs to the author.
- The author acknowledges that the DHPS has the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution 4.0 International license (Attribution 4.0 International CC BY 4.0).
- Authors can submit articles separately, arrange the non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (for example, sent to the author's institutional repository, publication in a book, etc.), by acknowledging that the manuscript has been published for the first time at DHPS.






















