Karakterisasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Kabupaten Tangerang

Authors

  • Ratih Ajeng Miarsih Universitas Dharma Indonesia
  • Elvira Purnamasari Universitas Dharma Indonesia, Banten
  • Nurhayati Universitas Dharma Indonesia, Banten

DOI:

https://doi.org/10.38035/dhps.v4i1.3874

Keywords:

ISPA, Kabupaten Tangerang, Saturasi Oksigen, Frekuensi Pernapasan

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan gangguan pernapasan yang diketahui berdampak sistemik karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi, proses inflamasi, serta penurunan kemampuan paru-paru. Saat ini, ISPA telah menjadi penyebab utama dari penyakit mematikan di kalangan anak-anak di bawah lima tahun. Wilayah Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah dengan perkembangan industri yang cukup pesat. Di satu sisi, parameter klinis seperti frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen (SpO₂) serta jenis kelamin di tiap wilayah merupakan indikator untuk menggambarkan kondisi respirasi dan membantu mengidentifikasi adanya gangguan pernapasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi kejadian ISPA pada balita di Kabupaten Tangerang berdasarkan karakteristik demografis dan parameter klinis. Metode deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau analisis terhadap temuan dalam penelitian. Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis persebaran kasus ISPA tidak merata di seluruh kecamatan Kabupaten Tangerang. Kelompok ISPA dengan rata-rata usia 4,92 didominasi oleh laki-laki dengan frekuensi pernapasan yang lebih lambat sehingga saturasi oksigen mencapai 92,9% dengan gejala klinis berupa myalgia, batuk malam, dan inflamasi. Hasil ini menegaskan bahwa radang tenggorokan, nyeri otot, dan durasi batuk malam merupakan prediktor klinis utama yang membedakan kelompok kasus dan hal ini menjadi penemuan lanjutan indikator respirasi akut seperti saturasi oksigen dan laju pernapasan relatif yang berbeda di antara kedua kelompok

References

Dodd, H. F., Cordwell, K., Hesketh, K., Johnstone, A., de la Torre-Luque, A., & McCrorie, P. (2026). Early outdoor play predicts trajectories of child mental health in a population-based cohort. Journal of Child Psychology and Psychiatry, n/a(n/a). https://doi.org/https://doi.org/10.1111/jcpp.70175

Intan Kamala Aisyiah, Eka Trio Effandilus, N. B. (2023). Hubungan Jenis Kelamin Dan Berat Badan Lahir Dengan Kejadian ISPA Pada Balita. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 10–16.

Kemenkes. (2019). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes. (2020). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa.

Kemenkes, R. (2014). Permenkes RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas. Kementrian Kesehatan.

Moiseeva, I. E. (2019). Acute Respiratory Viral Infections in Children. Russian Family Doctor, 23(3), 19–22. https://doi.org/10.17816/RFD2019319-22

Pohan, A. (2021). Balita dengan Kejadian ISPA di Puskesmas Mutiara Tahun 2020. Journal Of Excellent Health.

Prasetya, anantha. (2017). Media Pembeljaran Sistem Pengukuran Aktivitas Eletrik Jantung, Keadaan Oksigen Dalam Darah, Dan Tekanan Darah Dengan Metode Non- Invasive. Skripsi 1–23.

Rahmawati, Laily, (2017) Upaya Mempertahankan Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan ISPA. Program Studi, S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan, and Ilmu Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018 Kementerian. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Sholikah, R. J., & Subaidi, S. (2022). Pembangunan Lingkungan Ramah Anak Terkait Pemenuhan Hak Anak Pada Masa Pandemi di Kampung Leles, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY. Lisyabab : Jurnal Studi Islam Dan Sosial. https://doi.org/10.58326/jurnallisyabab.v3i1.107

Suhada, S. B. N., Novianus, C., & Wilti, I. R. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ispa pada Balita di Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang Tahun 2022. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 3(2), 115. https://doi.org/10.24853/eohjs.3.2.115-124

Supartiningtias, J. A., & Suprajaka, S. (2015). Evaluasi Spasial Pola Sebaran Industri Di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Jurnal Planesa (Planologi), 6(01). https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/planesa/article/view/1940

Sugiarto. (2019). Faktor Risiko Kejadian ISPA pada Balita. Jurnal Contagion.

Supriatin, E. (2013). Hubungan faktor-faktor dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas X Kota Bandung. Jurnal Ilmu Keperawatan.

Tangdilian, R., Azis, R., & Ningsih, N. A. (2025). Analisis Faktor Risiko terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita. Jurnal Keperawatan Profesional, 6(1), 1–10. https://salnesia.id/kepo/article/download/1028/489

Tubman, M. lyn. (2017). The role of family support in promoting adherence to tuberculosis treatment in western uganda. Jnph.

Published

2026-10-02

How to Cite

Ajeng Miarsih, R., Purnamasari, E., & Nurhayati. (2026). Karakterisasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Kabupaten Tangerang. Dinasti Health and Pharmacy Science, 4(1), 228–234. https://doi.org/10.38035/dhps.v4i1.3874