Kesejahteraan Psikologis Ibu Rumah Tangga dalam Long Distance Marriage: Siklus Ketahanan Berbasis Nilai-Nilai Islam

Authors

  • Gita Pitaloka Solihat International Open University, Gambia.
  • Muhammad Zein Permana Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.38035/jkis.v4i3.3812

Keywords:

Long Distance Marriage, Psychological Well-Being, Coping Strategies, Islamic Values, Housewife, Religious Coping

Abstract

Fenomena long distance marriage (LDM) menempatkan ibu rumah tangga pada posisi yang rentan, mengemban peran ganda sebagai pengasuh anak dan pengelola rumah tangga secara mandiri tanpa kehadiran fisik suami, kondisi yang berpotensi mengikis kesejahteraan psikologis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika strategi koping berbasis nilai-nilai Islam dalam menjaga kesejahteraan psikologis ibu rumah tangga Muslim yang menjalani LDM, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis tematik induktif. Empat partisipan ibu rumah tangga Muslim yang menjalani LDM minimal satu tahun dipilih melalui purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur secara daring. Analisis mengacu pada kerangka kesejahteraan psikologi serta perspektif Islam klasik Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Analisis menghasilkan empat tema utama, yaitu makna sejahtera yang bersifat liminal dan sangat personal; keyakinan kepada Allah dan praktik ibadah sebagai sistem regulasi emosi yang aktif dan regeneratif; repertoar koping yang adaptif mencakup komunikasi rutin dengan suami, me-time, protective buffering, dan dukungan komunitas pengajian; serta beban psikologis tersembunyi berupa emotional suppression, kecemasan antisipatoris, dan stigma sosial. Temuan sentral menunjukkan bahwa keempat mekanisme tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk sebuah siklus ketahanan psikologis yang regeneratif dan berjangkar pada nilai-nilai Islam, sehingga ibu rumah tangga Muslim dalam LDM tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh secara psikologis dan spiritual.

References

Apsaryanthi, N. L. K., & Lestari, M. D. (2017). Perbedaan tingkat psychological well-being pada ibu rumah tangga dengan ibu bekerja. Jurnal Psikologi Udayana, 4(1), 110–118.

Badan Pusat Statistik. (2024). Jumlah penduduk pertengahan tahun (ribu jiwa), 2024. BPS. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTk3NSMy/jumlah-penduduk-pertengahan-tahun—ribu-jiwa-.html

BP2MI. (2024). Laporan statistik penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia tahun 2023. BP2MI.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Braun, V., & Clarke, V. (2021). To saturate or not to saturate? Questioning data saturation as a useful concept for thematic analysis and sample-size rationales. Qualitative Research in Sport, Exercise and Health, 13(2), 201–216. https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1704846

Bungawali, A. N. (2025). Tantangan komunikasi dan pengaruhnya terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan LDM. HUMAN, 5(1). https://doi.org/10.26858/human.v5i1.72903

Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2009). Subjective well-being: The science of happiness and life satisfaction. In S. J. Lopez & C. R. Snyder (Eds.), Oxford handbook of positive psychology (2nd ed.). Oxford University Press.

Gumiandari, S., Madjid, A., Nafi’a, I., Safii, S., & Hidayat, A. (2022). Islamic resilience as spiritual and psychological coping strategies for Muslims during COVID-19 pandemic. Afkar: Jurnal Akidah & Pemikiran Islam (Special Issue on COVID-19), 313–348.

Hartono, J., & Permana, M. Z. (2026). Faith as a foundation of post-traumatic growth among muslim survivors of illness and disaster: An Islamic psychological perspective. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 23(1), 150–168.

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. (2004). Madarij al-Salikin. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

International Labour Organization. (2024). ILO global estimates on international migrant workers: International migrants in the labour force (4th ed.). https://doi.org/10.54394/ESKI5420

Irbah, A., Herawati, T., & Musthofa. (2025). The influence of stress symptoms and coping strategies on the subjective well-being of long distance marriage families. Journal of Child, Family, and Consumer Studies, 4(1), 12–23. https://doi.org/10.29244/jcfcs.4.1.12-23

Kuswartanti, D. R., & Anugerah, N. T. (2022). Work family conflict istri LDM. Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI), 4(2), 45–52.

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.

Nurfaryanti, E., & Permana, M. Z. (2026). Post-divorce parenting patterns among parents of adolescent children. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 10(2), 1418–1432.

Pargament, K. I. (1997). The psychology of religion and coping: Theory, research, practice. Guilford Press.

Permana, M. Z., & Aliyyatussa’adah, I. (2024). Eksplorasi psikologis relasi pasangan menikah yang tinggal bersama orang tua/mertua di Indonesia. Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 4(2), 35–40. https://doi.org/10.36805/empowerment.v4i2.1176

Putra, B. N., & Afdal, A. (2020). Marital satisfaction: An analysis of long distance marriage couples. IJRECE, 4(1).

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.

Szaldi, M. N., & Permadi, A. S. (2024). Pengaruh kepribadian Big Five terhadap kebahagiaan pada pelaku LDM [Skripsi, UMS].

Widodo, A. (2020). Perempuan pekerja migran dan dinamika relasi gender dalam keluarga. Marwah, 19(1), 1–15.

Wibowo, F. A. (2025). Pemenuhan hak dan kewajiban suami istri LDR pada profesi hakim [Undergraduate thesis, UIN Pekalongan].

Wulandari, R., Ritzer, G., & Nugraha, B. A. (2022). Perempuan pekerja migran dan perubahan peran gender. Sosietas, 12(1), 1088–1097.

Yazid, A., & Sugitanata, A. (2024). Menjaga keharmonisan keluarga yang terpisah tempat tinggal: Nilai-nilai Islam. Journal of Islamic Family Law, 3(1), 26–41.

Published

2026-09-12