Praksis Akuntansi Feminis-Mistis: Lacan, Kristeva, Beauvoir, dan Arendt pada Ritual di Kemukus, Kawi, dan Srandil
DOI:
https://doi.org/10.38035/jpkn.v4i3.3789Keywords:
Feminisme Lacanian, Julia Kristeva, Simone de Beauvoir, Hannah Arendt, Akuntansi Berbasis Tubuh, Ekonomi Ritual, Feminisme Mistis, Sosiologi Akuntansi Kritis, Perlawanan Suci, Praksis Akuntansi Feminis Mistis (MFAP)Abstract
Makalah ini mengkaji persimpangan antara gender, mistisisme, dan praktik akuntansi di Gunung Kemukus, Gunung Kawi, dan Srandil melalui kacamata sosiologi akuntansi feminis kritis. Dengan mengacu pada karya-karya Lacan, Kristeva, Beauvoir, dan Arendt, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana perempuan terlibat dalam praktik ekonomi berbasis ritual yang menantang sistem ekonomi formal dan rasional. Ekonomi yang berpusat pada perempuan ini tertanam dalam narasi spiritual, simbolisme tubuh, dan ingatan kolektif, yang mengungkap cara-cara di mana akuntansi terwujud dalam bentuk-bentuk fisik, afektif, dan simbolis yang menantang logika berbasis pasar. Dengan menggunakan etnografi feminis dan penelitian lapangan yang ditriangulasi, studi ini mendokumentasikan ritual, transaksi simbolis, dan kerja afektif perempuan. Analisis ini mengungkapkan bagaimana akuntansi beroperasi bukan sebagai pencatatan keuangan, melainkan sebagai mode relasional yang sakral dan bermuatan gender, yang tertanam dalam abjeksi, ranah imajiner-simbolis, ambivalensi Si Lain, dan natalisme. Kontribusi teoretis utamanya adalah perumusan “Akuntansi Mistis yang Terwujud dalam Perlawanan Feminis” (EMAFR), yang mengkonseptualisasikan akuntansi sebagai bentuk pertanggungjawaban budaya dan sensitif gender yang berakar pada mistisisme dan perlawanan. Pendekatan ini menyoroti agensi epistemik tubuh perempuan dalam menghasilkan bentuk-bentuk alternatif pertanggungjawaban, sekaligus menawarkan perspektif pluralistik, sensitif gender, dan pascakolonial.
References
Adorno, T. W. (2005). Minima Moralia: Reflections from Damaged Life (E. F. N. Jephcott, Trans.). Verso.
Arendt, H. (1958). The Human Condition. University of Chicago Press. https://doi.org/10.7208/chicago/9780226586748.001.0001
Beauvoir, S. de. (2011). The Second Sex (C. Borde & S. Malovany-Chevallier, Trans.). Vintage. https://doi.org/10.4324/9781315663474
Butler, J. (1993). Bodies That Matter: On the Discursive Limits of Sex. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203828274
Derrida, J. (1998). Archive Fever: A Freudian Impression (E. Prenowitz, Trans.). University of Chicago Press. https://doi.org/10.7208/chicago/9780226143361.001.0001
Foucault, M. (1978). The History of Sexuality, Vol. 1: An Introduction (R. Hurley, Trans.). Pantheon Books.
Gatens, M. (1996). Imaginary Bodies: Ethics, Power and Corporeality. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203974872
Grosz, E. (1994). Volatile Bodies: Toward a Corporeal Feminism. Indiana University Press.
Haraway, D. (1991). Simians, Cyborgs, and Women: The Reinvention of Nature. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203879634
hooks, b. (2000). Feminism Is for Everybody: Passionate Politics. South End Press.
Kristeva, J. (1982). Powers of Horror: An Essay on Abjection (L. S. Roudiez, Trans.). Columbia University Press.
Lacan, J. (2006). Écrits: The First Complete Edition in English (B. Fink, Trans.). W. W. Norton & Company.
Levinas, E. (1969). Totality and Infinity: An Essay on Exteriority (A. Lingis, Trans.). Duquesne University Press.
Lloyd, G. (1993). The Man of Reason: "Male" and "Female" in Western Philosophy (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315820143
Mernissi, F. (1987). Beyond the Veil: Male-Female Dynamics in Muslim Society. Indiana University Press.
Moi, T. (2008). Sexual/Textual Politics: Feminist Literary Theory (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203932827
Mohanty, C. T. (2003). Feminism Without Borders: Decolonizing Theory, Practicing Solidarity. Duke University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctv11smnz
Nye, A. (1989). Feminist Theory and the Philosophies of Man. Routledge.
Perempuan, Tubuh, dan Ekonomi Ritual. (2022). Jurnal Gender dan Tradisi Lokal, 11(2), 113–128. https://doi.org/10.24843/JGTL.2022.v11.i02.p05
Ricoeur, P. (1976). Interpretation Theory: Discourse and the Surplus of Meaning. Texas Christian University Press.
Sartre, J.-P. (2003). Existentialism is a Humanism (C. Macomber, Trans.). Yale University Press. https://doi.org/10.12987/9780300128469
Young, I. M. (2005). On Female Body Experience: "Throwing Like a Girl" and Other Essays. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/0195161920.001.0001
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Apollo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (JPKN) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (JPKN).























