Peningkatan Pemahaman Peserta Didik terhadap Budaya Nias melalui Integrasi Budaya Lokal pada Pembelajaran IPS Kelas V di SDN 071154 Anaoma

Authors

  • Nofa Slamat Hulu PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias, Indonesia
  • Eka Periaman Zai PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias, Indonesia
  • Dernius Hura PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias, Indonesia
  • Aprianus Telaumbanua PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jpkn.v4i3.3879

Keywords:

Budaya Nias, Integrasi Budaya Lokal, Pembelajaran IPS, Pemahaman Peserta Didik

Abstract

Pemahaman peserta didik terhadap budaya lokal penting untuk mengenalkan, memahami, dan menghargai nilai serta identitas budaya yang berkembang di lingkungan masyarakat. Namun, pemahaman peserta didik kelas V SDN 071154 Anaoma Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara terhadap budaya Nias masih rendah, ditandai dengan belum optimalnya kemampuan peserta didik dalam mengenali dan menjelaskan unsur budaya Nias serta pembelajaran IPS yang belum mengintegrasikan budaya lokal secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan integrasi budaya lokal Nias dalam pembelajaran IPS dan peningkatan pemahaman peserta didik terhadap budaya Nias melalui integrasi budaya lokal dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik kelas V SDN 071154 Anaoma. Materi budaya lokal yang diintegrasikan meliputi seni musik daerah Nias pada Siklus I dan seni rupa pada Siklus II. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes pemahaman, wawancara sebagai data pendukung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan integrasi budaya lokal Nias dalam pembelajaran IPS semakin baik pada setiap pertemuan, yang ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas guru dari 64,7% pada Siklus I Pertemuan Pertama menjadi 97,1% pada Siklus II Pertemuan Kedua. Pemahaman peserta didik juga mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 57,0 pada Prasiklus, meningkat menjadi 70,9 pada Siklus I, dan mencapai 84,4 pada Siklus II. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 0,0% pada Prasiklus menjadi 40,7% pada Siklus I dan mencapai 100,0% pada Siklus II. Hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan penelitian, yaitu minimal 75% peserta didik memperoleh nilai ≥75. Dengan demikian, integrasi budaya lokal Nias dalam pembelajaran IPS terbukti dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap budaya Nias serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

References

Aisyah, S., Sholeh, M., Lestari, I. B., Yanti, L. D., Nuraini, N., Mayangsari, P., & Mukti, R. A. (2024). Peran penggunaan teknologi dalam pembelajaran IPS di era digital. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 4(1). https://doi.org/10.54371/JIEPP.V4I1.382

Ahmad, Saputra, E. E., & Suziman, A. (2025). Integrasi pendekatan teori belajar konstruktivisme melalui model Project-Based Learning pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1).

Akmalia, R., Situmorang, M. S., Anggraini, A., Rafsanjani, A., Tanjung, A., & Hasibuan, E. E. (2023). Penerapan pembelajaran berbasis budaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Swasta Pahlawan Nasional. Jurnal Basicedu, 7(6). https://doi.org/10.31004/Basicedu.V7i6.6373

Anggrayni A., Y., & Adikara, F. S. (2025). Analisis keterampilan berbicara peserta didik kelas IV SD Negeri 157 Palembang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3). https://doi.org/10.56916/EJIP.V4i3.1291

Arifin, Muh. L., Khotimah, L. H., & Mahmudin, M. (2023). Analisis pemahaman literal siswa perspektif gender. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 5(1). https://doi.org/10.36232/Jurnalpendidikandasar.V5i1.3305

Bitu, Y. S., Setiawi, A. P., Bili, F. G., Iriyani, S. A., & Patty, E. N. S. (2024). Pembelajaran interaktif: Meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 5(2). https://doi.org/10.25157/J-KIP.V5i2.14697

Endayani, H. (2023). Model pendidikan berbasis kearifan lokal. PEMA (Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat), 3(1). https://doi.org/10.56832/Pema.V3i1.321

Erlina, Y., & Hendri. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman kontekstual sosial budaya siswa.

Fadli, M. R., & Afwan, B. (2024). Menjejak kearifan lokal: Pendampingan memahami budaya daerah sebagai kunci peningkatan kebanggaan identitas. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi Ipteks, 2(1). https://doi.org/10.59407/JPKI2.V2i1.359

Fauzi, W. N. A. (2024). Integrasi Project-Based Learning (PjBL) dan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Islamic Elementary School, 4(2).

Febriana, F., Kusmiyati, K., & Hartini, R. (2025). Penggunaan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas III SDN 18 Ampenan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(1). https://doi.org/10.29303/JIPP.V10i1.3073

Febriani, E. S., Arobiah, D., Apriyani, A., Ramdhani, E., & Millah, A. S. (2023). Analisis data dalam penelitian tindakan kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa, 1(2), 140–153.

Fernando, Y., Andriani, P., & Syam, H. (2024). Pentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa. ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2(3), 61–68.

Foa, A. J., Dinatha, N. M., Itu, K. E., & Moza, M. A. (2024). Nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPA SMP. Jurnal Citra Pendidikan, 4(2). https://doi.org/10.38048/JCP.V4i2.3484

Gulo, E. E., & Irawan, H. (2022). Dinamika pemaknaan simbolik rumah tradisional Nias. Estoria: Journal of Social Science and Humanities, 3(1). https://doi.org/10.30998/JE.V3i1.1291

Hasanah, A., Amelia, C. R., Salsabila, H., Agustin, R. D., Setyawati, R. C., Elifas, L., & Marini, A. (2023). Pengintegrasian kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPAS: Upaya memaksimalkan pemahaman siswa tentang budaya lokal. JPDSH: Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 3(1).

Idhayani, N., Nurlina, N., Risnajayanti, R., Salma, S., Halima, H., & Bahera, B. (2023). Inovasi pembelajaran anak usia dini: Pendekatan kearifan lokal dalam praktik pendidikan guru sekolah dasar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6). https://doi.org/10.31004/Obsesi.V7i6.5624

Rismawati, L., Al-Pansori, M. J., & Ayu Pransisca, M. (2025). Integrasi nilai kearifan lokal melalui diskusi dan observasi partisipatif dalam pembelajaran IPS.

Sari, N. P. (2025). Integrasi konteks lokal dalam pembelajaran IPS kelas V SDN Banyuajuh 3 Bangkalan.

Susanti, R. (2025). Implementasi pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal untuk menanamkan nilai-nilai budaya Bima sejak dini pada sekolah dasar.

Utomo, & Prayogi. (2024). Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas.

Sarumaha, dkk. (2024). Kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran dan penguatan budaya daerah.

Agus Salim, & Aprison, W. (2024). Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.31004/JPION.V3i1.213

Published

2026-10-01

How to Cite

Hulu, N. S., Zai, E. P., Hura, D., & Telaumbanua, A. (2026). Peningkatan Pemahaman Peserta Didik terhadap Budaya Nias melalui Integrasi Budaya Lokal pada Pembelajaran IPS Kelas V di SDN 071154 Anaoma. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Nusantara, 4(3), 147–155. https://doi.org/10.38035/jpkn.v4i3.3879