THE EFFECT OF NATION'S MORAL INTENSITY ON CORRUPTION

Main Article Content

Athollah Ardito Arundaya
Laela Kumalasari
Salsabilla Putri Tristalia

Abstract

Seringkali kita mendengarkan kata “korupsi” di negara Indonesia ini. Secara harfiah kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau  corruptus. Selanjutnya disebutkan bahwacorruptio itu berasal pula dari kataasal corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua. Dari bahasa latin itulah turun  kebanyak  bahasa eropa seperti Inggris: Perancis:Corruption dan Belanda: Corruptie. Dapat kita beranikan diri bahwa daribahasa Belanda inilah kata itu turun ke bahasa Indonesia: ”korupsi” 1.Kemudian arti kata korupsi telah diterima dalam  perbendaharaan  kata bahasa Indonesia itu, disimpulkan oleh Poerwadarminta dalam  Kamus Umum Bahasa Indonesia:“Korupsi ialah perbuatan yang buruk seperti penggelapan  uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya” 2. Dan yang terpenting,kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan dan keberhasilannya dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan sebagai suatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua aspekkehidupan masyarakat. Efektifitas dan  keberhasilan pembangunan terutama ditentukan oleh dua faktor, yaitu sumberdaya manusia, yakni (orang-orangyang terlibatsejak dari perencanaan sampai pada pelaksanaan) dan pembiayaan. Diantara dua faktor tersebut yang paling dominan adalah faktor manusianya.Indonesia  merupakan  salah  satu  negara terkaya di Asia dilihat dari keanekaragaman kekayaan sumber daya alamnya. Tetapi  ironisnya,negara tercinta ini dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia bukanlah merupakan sebuah negara yang kaya malahan termasuk negara yang miskin.

Article Details

How to Cite
Athollah Ardito Arundaya, Laela Kumalasari, & Salsabilla Putri Tristalia. (2020). THE EFFECT OF NATION’S MORAL INTENSITY ON CORRUPTION. Journal of Law, Poliitic and Humanities, 1(1), 25-33. Retrieved from https://dinastires.org/index.php/JLPH/article/view/36
Section
Articles