Pengembangan Bisnis Event Organizer pada CV. Sagara Kreasi

Authors

  • Taufik Aditya Utama Universitas Widyatama, Bandung, Indonesia
  • Meriza Hendri Universitas Widyatama, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jafm.v6i6.2962

Keywords:

Perencanaan Bisnis, Event Organizer, LARP, Experience-Based Entertainment, Kelayakan Usaha

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan perencanaan bisnis pengembangan Event Organizer berbasis pengalaman pada CV. Sagara Kreasi dengan fokus pada konsep Live Action Role-Playing (LARP) Medieval Fantasy. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, mengintegrasikan Design Thinking, Business Model Canvas, analisis SWOT, Timmons Entrepreneurial Model, serta evaluasi finansial menggunakan NPV, IRR, Payback Period, dan Profitability Index. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur terkait industri kreatif dan hiburan interaktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa CV. Sagara Kreasi memiliki posisi internal yang kuat, dukungan eksternal yang kondusif, serta peluang pasar yang signifikan untuk event LARP. Strategi pengembangan meliputi ekspansi skala event, inovasi konten, digitalisasi pemasaran, penguatan kolaborasi komunitas, serta mitigasi risiko operasional. Aspek operasional, sumber daya manusia, dan pemasaran dinilai layak mendukung pelaksanaan event, sementara analisis finansial menunjukkan kelayakan dan profitabilitas tinggi, ditandai NPV positif, IRR 28,6%, Payback Period 3 tahun 5 bulan, dan Profitability Index 1,45. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis dalam literatur hiburan imersif serta kontribusi praktis berupa rencana bisnis implementatif bagi pengembangan industri Event Organizer di Indonesia.

References

Bowman, S. L. (2010). The functions of role-playing games: How participants create community, solve problems and explore identity. McFarland & Company.

Howkins, J. (2013). The creative economy: How people make money from ideas (2nd ed.). Penguin.

Kemenparekraf. (2024). Laporan industri kreatif Indonesia 2023–2024. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Pine, B. J., & Gilmore, J. H. (1999). The experience economy: Work is theatre & every business a stage. Harvard Business School Press.

Porter, M. E. (2008). The five competitive forces that shape strategy. Harvard Business Review, 86(1), 78–93.

Pringle, H., & Huisman, P. (2011). Business strategy and competitive forces in the experience industry. Routledge.

Simatupang, T. M. (2009). Ekonomi kreatif: Strategi dan praktik bisnis kreatif. Salemba Empat.

Syafrial, M. (2025). Narasumber & data lapangan LARP Bandung [Data wawancara].

Vargo, S. L., & Lusch, R. F. (2004). Evolving to a new dominant logic for marketing. Journal of Marketing, 68(1), 1–17. https://doi.org/10.1509/jmkg.68.1.1.24036

Published

2026-01-22

How to Cite

Aditya Utama, T., & Hendri, M. (2026). Pengembangan Bisnis Event Organizer pada CV. Sagara Kreasi. Journal of Accounting and Finance Management, 6(6), 3300–3314. https://doi.org/10.38035/jafm.v6i6.2962

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.