Fraud Hexagon dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Perbankan di Era Covid-19

Authors

  • Naila Ramadhania Riawan University of Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Elga Yulindisti University of Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Haryono Haryono University of Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jafm.v7i3.3513

Keywords:

Fraud Hexagon, Kecurangan Laporan Keuangan, F-Score Model, Perbankan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen-elemen Fraud Hexagon Theory, yang meliputi tekanan, kapabilitas, peluang, rasionalisasi, kolusi, dan arogansi terhadap potensi kecurangan pelaporan keuangan (Fraudulent Financial Reporting/FFR) di industri perbankan Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Dengan menerapkan purposive sampling, sebanyak 30 perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2021 dipilih sebagai sampel, menghasilkan 90 unit observasi. F-score Model digunakan sebagai instrumen pengukuran FFR, dan pengujian dilakukan melalui regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model menggunakan perangkat lunak Eviews 12. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya variabel tekanan yang direpresentasikan oleh ROA yang secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap FFR (p = 0.0005) sementara itu, keenam variabel independen lainnya tidak terbukti berpengaruh. Namun secara simultan model terbukti signifikan (Prob. F = 0.0166), dengan nilai Adjusted R² sebesar 10.66%. Temuan ini mengindikasi bahwa tekanan terhadap profitabilitas menjadi faktor risiko dominan dalam kecurangan laporan keuangan sektor perbankan di tengah kondisi pandemi.

References

Arifian, F. D., & Januarti, I. (2023). Fraudulent Financial Reporting Indications In Banking Before And During The COVID-19 Pandemic. Jurnal Akuntansi, 27(3), 505–524. https://doi.org/10.24912/ja.v27i3.1701

Basuki, dan Yulia, A. W. (2016). Studi financial statement fraud pada perbankan yang terdaftar di bursa efek Indonesia tinjauan pustaka Agency Theory. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, (2), 187–200.

Dechow, P. M., Ge, W., Larson, C. R., & Sloan, R. G. (2011). Predicting Material Accounting Misstatements. Contemporary Accounting Research, 17–82.

Duffin, D. D. (2022). The Analysis of Fraud Hexagon Towards Earnings Management. Jurnal Impresi Indonesia (JII), 1(4), 328–340. https://doi.org/10.36418/jii.v1i4.54

Ginting, R., Yanto, F., P. S., R. A., & Darmawan, Y. (2021). Akuntansi Forensik Dalam Mengungkapkan Dan Menelisik Fraud: Studi Kasus Organisasi Nirlaba. JAAKFE UNTAN (Jurnal Audit Dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura), 10(2), 50. https://doi.org/10.26418/jaakfe.v10i2.50982

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic Econometrics. McGraw-Hill.

Haeronnisa, H., & Isnawati, I. (2024). Fraud Hexagon Analysis in Detecting Financial Statement Fraud with Corporate Governance as a Moderating Variable. East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 3(8), 3619–3636. https://doi.org/10.55927/eajmr.v3i8.10666

Haryadi, A., Nurmalasari, R., Yanti, H. B., & Trisakti, U. (2024). Comparative Analysis of the Effectiveness of Three Models in Detecting Financial Statement Fraud. E Jurnal Akuntansi, 385–398. https://doi.org/10.24843/EJA.2026.v36.i02.p09

Isna, I., Effendy, L., & Inapty, B. A. (2022). Deteksi Kecurangan Laporan Keuangan Di Masa Pandemi Covid-19 Dengan Model Beneish M-Score Dan Model F-Score. Jurnal Riset Akuntansi Aksioma, 21(2), 155–169. https://doi.org/10.29303/aksioma.v21i2.165

Kiki, E. S., & Mutmainah, S. (2022). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Financial Statement Fraud: Perspektif Fraud Hexagon Theory (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek). Diponegoro Journal Of Accounting, 11(3), 1–13. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting

Leo Handoko, B. (2021). Fraud Hexagon Dalam Mendeteksi Financial Statement Fraud Perusahaan Perbankan Di Indonesia. Jurnal Kajian Akuntansi, 5(2), 176–192. http://jurnal.ugj.ac.id/index.php/jka

Maharany, S. A., Solikhah, S., Cahyaningrum, A., & Sandari, T. E. (2025). Pengaruh Fraud Triangle terhadap Kecurangan Laporan Keuangan. Kajian Ekonomi Dan Akuntansi Terapan, Volume. 2, 270–281.

Nugroho, D., & Diyanty, V. (2022). Hexagon Fraud in Fraudulent Financial Statements: the Moderating Role of Audit Committee. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 19(1), 46–67. https://doi.org/10.21002/jaki.2022.03

Rahmi, C., Rasima, R., & Amersha, F. (2024). Edukasi Pemberian Vaksinasi Covid-19 Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Tapaktuan. Jurnal Pengabdian Pembangunan Pertanian Dan Lingkungan (Jp3L), 1(2), 58–63. https://doi.org/10.62671/jp3l.v1i2.31

Rusliyawati. (2024). Faktor Fraud Triangle dan sosial yang mempengaruhi cheating online pada mahasiswa akuntansi. JAAKFE UNTAN (Jurnal Audit Dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura), 13(13), 50–68. https://doi.org/10.26418/jaakfe.v13i1.81208

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Yosef Patrick PM Barus, Julius Chung, H. U. (2021). Pengaruh fraud Triangle terhadap kecurangan laporan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Trisakti. KOCENIN SERIAL KONFERENSI, 1(1).

Published

2026-07-20

How to Cite

Ramadhania Riawan, N., Yulindisti, E., & Haryono, H. (2026). Fraud Hexagon dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Perbankan di Era Covid-19. Journal of Accounting and Finance Management, 7(3), 926–936. https://doi.org/10.38035/jafm.v7i3.3513

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.