Change of Fixed Allowance Wage System to Performance Incentive

Authors

  • Ma’ruf Okky Setiawan Universitas palangka Raya, kalimantan tengah, Indonesia
  • Thea Farina Universitas palangka Raya, kalimantan tengah, Indonesia
  • Nuraliyah Ali Universitas palangka Raya, kalimantan tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jlph.v5i4.1501

Keywords:

Fixed Allowances, Performance Incentives, Wages, Labor Law, Worker Protection

Abstract

In the context of Indonesian labor law, this research looks at how the wage system changed from fixed allowances to performance incentives. This research aims to study the legal consequences of the change in Law Number 13 Year 2003 on Manpower, specifically Article 55, Article 92, Article 110, and Article 111 letter (b). Based on primary and secondary legal materials, this research uses a normative legal method with a qualitative descriptive approach.The results show that workers can experience negative impacts if fixed allowances are converted into performance incentives. This is especially true when calculating severance pay related to fixed allowances. Companies can review the wage structure under Article 92: however, this must be done with the involvement of workers, as stipulated by Article 110 and Article 111 letter (b). In addition, Article 55 confirms that employment agreements cannot be changed unilaterally without the consent of both parties. Analysis of case law shows that violations of these principles can lead to industrial relations conflicts. Therefore, it is important to ensure that changes to the wage system are made with worker involvement, transparency, and in compliance with applicable laws. This research concludes that stricter regulations and government supervision are needed to ensure that wage policy changes are fair and protect workers' rights, while creating harmonious industrial relations.

References

Bansaleng, G. C., Kalalo, M. E. , & Gerungan, A. E. (2024). ANALISIS YURIDIS PEMBERIAN TUNJANGAN TERHADAP PEKERJA TELLER BANK TIDAK TETAP. Https://Ejournal.Unsrat.Ac.Id/, Lex Privatum. Vol 14_No 4.

Hendrik, H., Hendro, G., & Hutomo, P. (2023). KEPASTIAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA YANG MENGALAMI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA SEPIHAK PASCA TERBITNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA. JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, 4(3). https://doi.org/10.55681/jige.v4i3.1124

husni, lalu, & Asyhadie, zaini. (2012). Dasar-Dasar Hukum Perburuhan. Raja Grafindo Persada.

Ibrahim, Z. (2015). PENGATURAN DAN PENEGAKAN HUKUM PENGUPAHAN DALAM SISTEM HUKUM KETENAGAKERJAAN. JURNAL HUKUM IUS QUIA IUSTUM, 22(4). https://doi.org/10.20885/iustum.vol22.iss4.art7

Korida, N. U. Y., & Muhsin, M. (2021). Penetapan Upah dan Struktur Skala Upah dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Antologi Hukum, 1(2), 1–17. https://doi.org/10.21154/antologihukum.v1i2.333

Malayu, SP, & Hasibuan. (1997). Manajemen Sumber Daya Manusia. Gunung Agung.

Maswandi, M. (2017). PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN KERJA DI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL. Publikauma?: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 5(1). https://doi.org/10.31289/publika.v5i1.1203

Pertiwi, H. F., Karsona, A. M., Singadimedja, H. N., Pemotongan, ", Upah, S., Industri, P., Karya, P., Terdampak, Y., Ekonomi, P., Berdasarkan, G., & Ketenagakerjaan, H. (2025). Pemotongan Sepihak Upah Pekerja Industri Padat Karya Yang Terdampak Perubahan Ekonomi Global Berdasarkan Hukum Ketenagakerjaan. Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang, 8(1), 1–16. https://doi.org/10.33474/YUR.V8I1.21715

Pratiwi, A. N. M. A. D., & Suharyanti, N. P. N. (2020). PERLINDUNGAN HUKUM HAK KARYAWAN DALAM KAITANNYA DENGAN PERATURAN PERUSAHAAN YANG MELARANG KARYAWANNYA MELAMAR PEKERJAAN DI TEMPAT LAIN. Jurnal Legal Reasoning, 2(2). https://doi.org/10.35814/jlr.v2i2.2220

Rachmandita, F. P. (2021). Pembaharuan Hukum Ketenagakerjaan dalam Sistem Pengupahan Berdasarkan Prestasi Pekerja: Sebuah Konkretisasi dari Radbruch Formula. Jurnal Hukum Lex Generalis, 2(5). https://doi.org/10.56370/jhlg.v2i5.50

Sejati, H. (2018). PENYELESAIAN PERSELISIHAN DI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL. SPEKTRUM HUKUM, 15(1). https://doi.org/10.35973/sh.v15i1.1107

Sinungan, M. (2005). Produktivitas: Apa dan Bagaimana, Edisi Kedua. Bumi Aksara, 90.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (1983). Penelitian hukum normatif (cetakan ketujuh). RajaGrafindo Persada. https://cir.nii.ac.jp/crid/1130282269059710336.bib?lang=en

Soepomo, I. (1992). Pengantar hukum perburuhan (Ced.9). Djambatan, 1992. https://cir.nii.ac.jp/crid/1130000797981221760.bib?lang=en

Subekti, R. (1979). Aneka perjanjian ([Cet. 3]). Alumni. https://cir.nii.ac.jp/crid/1130282270081357184.bib?lang=en

Sunggono, B. (1997). Metodologi penelitian hukum: suatu pengantar. PT RajaGrafindo Persada.

Vendy, A. M., Wahyu, H., & Sri, S. (2015). PENGARUH PELATIHAN KERJA, JAMINAN SOSIAL DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. FUMIRA SEMARANG. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 1–16.

W, Y. Y. ,-, S. , & Ramadhani, D. A. (2019). IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN DALAM PERJANJIAN KERJA ANTARA PERUSAHAAN DAN TENAGA KERJA DI PERSEROAN TERBATAS (PT). Jurnal Yuridis, 5(2), 186–209.

Wibawa, N. S. (2023). POLITIK HUKUM PENGUPAHAN PEKERJA DI INDONESIA PASCA PENGESAHAN UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA. At-Tanwir Law Review, 3(2). https://doi.org/10.31314/atlarev.v3i2.2391

Wignjosoebroto, & Soetandyo. (2002). Hukum, Paradigma, Metode, dan Dinamika Masalahnya. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dan Perkumpulan untuk Pembaruan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologi (HuMa).

UNDANG-UNDANG NO 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN

UNDANG-UNDANG NO 2 TAHUN 2004 TENTANG PERSELIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

KEPMEN KETENAGAKERJAAN NO 7 TAHUN 1990

Downloads

Published

2025-04-02

How to Cite

Ma’ruf Okky Setiawan, Thea Farina, & Nuraliyah Ali. (2025). Change of Fixed Allowance Wage System to Performance Incentive. Journal of Law, Politic and Humanities, 5(4), 2651–2658. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i4.1501