Improvements to the Appointment of Regional Heads through Direct Elections from the Perspective of Article 18, Paragraph (4) of the 1945 Constitution

Authors

  • Zulwisman Universitas Andalas
  • Charles Simabura Universitas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.38035/jlph.v6i4.3297

Keywords:

Local Elections, Vote-Buying, Election Supervisory Agency, Participatory Oversight, Constitution

Abstract

This study examines the constitutional ambiguity of Article 18, paragraph (4) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia regarding the phrase “elected democratically,” which serves as the legal basis for regional elections in Indonesia. Although regulations have evolved through Law No. 10 of 2016 to strengthen popular sovereignty, the practice of direct regional elections has instead become trapped in a “democratic pathology” characterized by 82% dominance by capital (financiers) and TSM (Structured, Systematic, and Massive) fraud. This phenomenon results in popular sovereignty being hijacked by transactional interests. Using a legal-normative approach, this study asserts that the sole solution to safeguard the integrity of local leadership appointments lies in reconstructing the oversight model. The integration of strengthened Bawaslu authority with the digitization of participatory oversight (Gowaslu) and community cadre development (SKPP) is an absolute prerequisite for restoring the dignity of elections in alignment with the principles of deliberation and representation.

References

Asshiddiqie, J. (2006). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Asshiddiqie, J. (2009). Komentar atas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Sinar Grafika.

Asshiddiqie, J. (2016). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia. (2024). Pemberian Sembako dalam Pilkada Dapat Dipidana Berdasarkan Pasal 187A Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Retrieved April 20, 2026.

Bani, A. A., et al. (2024). Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam Penyelesaian Sengketa Hasil Pilkada Langsung. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora.

Bimata.id. (2025). Sidang Sengketa Pilkada 2024: MK Bagi 310 Perkara ke Tiga Panel Hakim. Retrieved April 20, 2026.

Detik News. (2024). Awas! Pemberi dan Penerima Sembako Saat Pilkada Bisa Kena Sanksi Pidana. Retrieved April 20, 2026.

Fitriyah. (2012). Fenomena Politik Uang dalam Pilkada. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 3(1).

Huda, N. (2014). Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Hukumonline. (2010). MK Sidangkan Sengketa Pemilukada Kotawaringin Barat. Retrieved April 20, 2026.

Ibipurwo, G. T. (2025). Konsep Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Sengketa Pemilu Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022. Jurnal Hukum Respublica.

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2016). Kajian Sistem Pendanaan Partai Politik di Indonesia. Jakarta: KPK RI.

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2021). Kajian Sistem Pendanaan Politik dan Pencegahan Korupsi dalam Pilkada. Jakarta: KPK RI.

Kompas.com. (2020). Bansos dan Dugaan Politik Uang dalam Pilkada 2020 Jadi Sorotan. Retrieved April 20, 2026.

Mahfud MD, M. (2017). Politik Hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2010). Putusan Nomor 45/PHPU.D-VIII/2010 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2010.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2024). Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 14 Tahun 2024 tentang Tahapan, Kegiatan, dan Jadwal Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Manan, B. (1994). Hubungan antara Pusat dan Daerah menurut UUD 1945. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Manan, B. (2001). Menyongsong Fajar Otonomi Daerah. Yogyakarta: FH UII Press.

Maslul, S. (2024). Penyelesaian Sengketa Hasil Pilkada Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan.

Reinenda, V. (2021). Evaluasi Penanganan Sengketa Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 di Mahkamah Konstitusi. Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, 3(1).

Riau24. (2025). Mahkamah Konstitusi Putuskan Tujuh Sengketa Pilkada di Riau. February 6, 2025. Retrieved April 20, 2026.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015.

Downloads

Published

2026-06-10

How to Cite

Zulwisman, & Simabura, C. (2026). Improvements to the Appointment of Regional Heads through Direct Elections from the Perspective of Article 18, Paragraph (4) of the 1945 Constitution. Journal of Law, Politic and Humanities, 6(4), 2748–2756. https://doi.org/10.38035/jlph.v6i4.3297