Merebut Kembali Makna Agraria : Studi Kasus Kritis Akses dan Eksklusi Simbolik Perempuan dalam Program Perhutanan Sosial
DOI:
https://doi.org/10.38035/jpkn.v4i1.3860Keywords:
Perhutanan Sosial, Akses Agraria, Eksklusi Simbolik, Tata Kelola Perhutanan SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan mengungkap makna tanah bagi perempuan petani dalam konteks kebijakan perhutanan sosial di kabupaten Garut. Dengan pendekatan studi kritis, penelitian ini menelusuri bagaimana tanah dipersepsikan bukan hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga sebagai ruang spiritual, symbol identitas dan warisan kolektif. Bertumpu pada teori akses (Peluso& Ribot), ecofeminisme (Shiva), dan interaksionisme simbolik (Blumer), hasil penelitian menunjukkan adanya eksklusi simbolik dan marginalisasi structural terhadap perempuan petani, serta munculnya bentuk-bentuk resistensi dan kesadaran kritis. Temuan ini berkontribusi pada kajian agraria kritis dengan menyoroti persilangan antara gender, akses dan pengakuan simbolik dalam tata Kelola Perhutanan Sosial.
References
Akram-Lodhi, A. H., & Kay, C. (2010). Peasants and Globalization: Political Economy, Rural Transformation and the Agrarian Question. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203853977
Bernstein, H. (2010). Class Dynamics of Agrarian Change. Kumarian Press.
Bourdieu, P. (1990). The Logic of Practice. Stanford University Press.
Borras, S. M., & Franco, J. C. (2025). Critical perspectives on land governance and agrarian change. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781032500846
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Dewi, N. P. (2015). Perempuan petani dalam sistem agraria: Studi kasus di Kulon Progo. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3(2), 45–62.
Mies, M., & Shiva, V. (1993). Ecofeminism. Zed Books.
Peluso, N. L., & Ribot, J. C. (2003). A Theory of Access. Rural Sociology, 68(2), 153–181. https://doi.org/10.1111/j.1549-0831.2003.tb00133.x
Rao, S. (2021). Gender as constitutive social relation: Re-thinking critical agrarian studies. Journal of Peasant Studies, 48(5), 835–856. https://doi.org/10.1080/03066150.2020.1847899
Rocheleau, D., Thomas-Slayter, B., & Wangari, E. (Eds.). (1996). Feminist Political Ecology: Global Issues and Local Experiences. Routledge.
Shiva, V. (1988). Staying Alive: Women, Ecology and Development. Zed Books.
Siscawati, M. (2018). Gender perspective in Indonesia's social forestry program: Opportunities and challenges. Forest and Society, 2(2), 164–180. https://doi.org/10.24259/fs.v2i2.4977
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aulia Asmarani, Thalita Syifa Fatimah, Dadan Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (JPKN) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (JPKN).























