Partisipasi Perempuan dalam Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang

Authors

  • Sonia Suhatman Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, Indonesia
  • Alfan Miko Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, Indonesia
  • Indraddin Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jpkn.v4i1.3868

Keywords:

LSM PBT, Partisipasi Perempuan, Pemberdayaan, Sekolah Perempuan

Abstract

Partisipasi perempuan merupakan unsur penting dalam menentukan keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat, meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh kuatnya budaya patriarki yang membatasi ruang keterlibatan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk partisipasi perempuan dalam Program Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dengan menitikberatkan pada peran LSM Pembangkik Batang Tarandam (PBT), sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterlibatan anggotanya. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai dinamika partisipasi perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Direktur LSM PBT, anggota Sekolah Perempuan, dan perwakilan Forum Nagari, serta dilengkapi melalui studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif menggunakan Teori Tangga Partisipasi yang dikembangkan oleh Sherry R. Arnstein dan Teori Pilihan Rasional dari James S. Coleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSM PBT berperan sebagai penggagas program, fasilitator pembelajaran partisipatif, penguat kohesi sosial yang inklusif, pendamping yang menempatkan anggota sebagai mitra setara, advokator kebijakan, sekaligus penggerak kemandirian perempuan. Peran tersebut mampu mendorong partisipasi perempuan hingga mencapai tingkat Kendali Warga, yang ditandai dengan kemampuan kelompok menjalankan program secara mandiri. Motivasi anggota mencakup pengembangan kapasitas diri, perluasan jaringan sosial, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Sebaliknya, partisipasi masih dihadapkan pada hambatan internal berupa rasa kurang percaya diri, hambatan eksternal berupa beban ganda dan stigma sosial, serta hambatan struktural akibat terbatasnya dukungan pemerintah daerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah lokal masih berada pada praktik Tokenisme dan Non-Partisipasi sehingga proses berbagi kendali belum sepenuhnya terwujud.

References

Adebayo, A. D., & Butcher, J. (2022). Community empowerment in Nigeria’s tourism industry: An analysis of stakeholders’ perceptions. Tourism Planning and Development, 19(1), 1–21. https://doi.org/10.1080/21568316.2022.2048583

Baral, S., Tiwari, S., & Shrestha, K. K. (2024). Gendered process of women (dis)empowerment in the community forestry in Nepal. Journal of Forest and Livelihood, 24(1). https://nepjol.info/index.php/JFL/article/view/72006/54959

Cholifah, N. (2025). Penerapan interactive planning dalam pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan desa mandiri di Kabupaten Sidoarjo. JURMIE (Jurnal Risiko, Manajemen, dan Inovasi Ekonomi), 2(6). https://journal.hasbaedukasi.co.id/index.php/jurmie/article/download/489/465

Chotim, E. E. (2020). Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia: Keinginan dan keniscayaan pendekatan pragmatis (Studi terhadap UKM Cirebon home made). AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 2(1), 70–82. https://doi.org/10.54783/jin.v2i1.357

Dushkova, D., & Ivlieva, O. (2024). Empowering communities to act for a change: A review of the community empowerment programs towards sustainability and resilience. Sustainability, 16(19), 8700. https://doi.org/10.3390/su16198700

Hidayatulloh, M. S. (2024). Peran Sekolah Perempuan dalam upaya pemberdayaan perempuan. BUDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3).

Ibrahim, M. (2025). Sekolah Perempuan Hebat sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan pengolahan butternut squash. Jurnal Abdimas Sejahtera (JAS), 6(1). https://jurnal.ceredindonesia.or.id/index.php/jas/article/view/1194

Marofah, S. (2023). Pemberdayaan perempuan melalui program Sekolah Perempuan di Desa Kesamben Kulon Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Publika, 11(1), 1475–1488.

Marsuki, N. R., Nursida, A., & Maemunah, M. (2026). Community empowerment model through integrative social capacitation in the development of Bissoloro Tourism Village, Gowa Regency. Priviet Social Sciences Journal, 6(2), 448-457. https://doi.org/10.55942/pssj.v6i2.1537

Muminah, S., & Suprajogo, T. (2025). Implementasi kebijakan pembangunan daerah melalui pendekatan bottom-up. Scientific Journal of Reflection: Economic, Accounting, Management and Business, 8(4), 1485-1495. https://ojspustek.org/index.php/SJR/article/download/1253/868/2937

Mustanir, A., Sellang, K., Adnan, A. A., & Lubis, S. (2025). Tracing the Evolution of Community Empowerment Models in Development Planning. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 18(1), 1–15. https://doi.org/10.22146/jsp.99202

Najamudin, F., & Al Fajar, H. (2024). Pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal melalui pendekatan ABCD untuk mencapai SDG 1: Tanpa kemiskinan. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(2), 142-158. https://doi.org/10.24198/focus.v7i2.58936

Nafisyah, A. F., & Nugraheni, N. (2024). Pemberdayaan masyarakat lokal sebagai katalisator untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Jurnal ASAS, 2(1). https://asas-ins.com/index.php/jas/article/download/72/57

Nugroho, S. P., Handayani, S., & Wijayanti, T. (2024). Tokenism in local governance: Deconstructing women's participation ladder in rural empowerment programs. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 16(1), 89-102. https://doi.org/10.15294/komunitas.v16i1.43211

Nurita, D. A., Murti, I., & Radjikan. (2025). Pemberdayaan perempuan melalui program Sekolah Perempuan (Sekoper) untuk kesetaraan dan partisipasi dalam pembangunan di Desa Kramatinggil Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik Jawa Timur. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 5(2), 176–182. https://doi.org/10.69957/praob.v5i02.2191

Nurlatifah, D., Sumpena, D., & Hilman, F. A. (2020). Proses pemberdayaan perempuan pada program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta). Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies, 1(1), 35–45. https://doi.org/10.15575/azzahra.v1i1.9463

Pasciana, R., Karmila, M., Iriany, I. S., Juliasih, L., & Febrina, R. I. (2025). Developing women-friendly and child-caring villages in Indonesia: Pengembangan kapasitas dan pemberdayaan perempuan. Journal of Lifestyle and SDGs Review, 5(2), e03165–e03165.

Perwirawati, E., Sihombing, B., & Simamora, P. R. T. (2022). Perencanaan komunikasi pariwisata dalam pemberdayaan masyarakat desa Hilisataro Nandisa menuju desa wisata berbasis sustainable tourism development. Jurnal Darma Agung, 30(2), 321–338.

Pratama, A. R., & Safitri, D. (2023). Dinamika pilihan rasional dan partisipasi semu perempuan dalam pembangunan desa berbasis komunitas. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 11(2), 145-158. https://doi.org/10.26740/jss.v11n2.p145-158

Ramli, R., Sulvinajayanti, S., Saleh, A. A., & Tajuddin, F. N. (2023). Making a partnership-based corporate social responsibility: PT UPC Sidrap Bayu Energi’s strategy to sustainable community empowerment. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, 7(2), 157–170. https://doi.org/10.14421/jpm.2023.072-04

Sa’adah, N. H. (2022). Perbedaan Gender dalam Memilih Lembaga Pendidikan Ditinjau dari Teori Pilihan Rasional James S. Coleman. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 17(2), 223–236.

Siregar, N. D. (2026). Patriarchy and education: Challenges faced by women in patriarchal societies. Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1). https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/mujtama/article/view/22471

Walters, E., Findlay, G., Curtis-Tyler, K., & Harden, A. (2023). Embedding community development approaches in local systems to address health inequalities: A scoping review. Community Development Journal, 58(4), 699–718. https://doi.org/10.1093/cdj/bsad017

Zirtana, H., Baiquni, M., & Sudrajat. (2025). Pengaruh ketimpangan sosial ekonomi terhadap kemiskinan di daerah tertinggal Indonesia: Analisis data panel 2015–2021. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 16(1). https://doi.org/10.46807/aspirasi.v16i1.3260

Published

2026-03-25

How to Cite

Suhatman, S., Miko, A., & Indraddin, I. (2026). Partisipasi Perempuan dalam Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Nusantara, 4(1), 42–57. https://doi.org/10.38035/jpkn.v4i1.3868